Kamis, 13 Agustus 2026

Kerangka proposal Tesis

 

KERANGKA PROPOSAL TESIS

 

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, IKLIM ORGANISASI, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMK DI KABUPATEN REMBANG

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah.

-       Alinea 1 :  Ulasan Pasal 3 UU RI, No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas.

-       Alinea 2 : Mengulas tentang usaha-usaha pemerintah tentang peningkatan kualitas pendidikan : peningkatan mutu sekolah melalui kebijakan Total Quality Manajemen (TQM), Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), pengembangan & penyempurnaan kurikulum, peningkatan mutu pendidik & tenaga kependidikan, dan lain-lain.

-       Alinea 3 : Mengulas tentang Guru berdasar UU RI No.20 Tahun 2003.

-       Alinea 4 : Ulasan tentang kehadiran guru dalam proses pembelajaran di sekolah masih tetap diperlukan dan diutamakan. Guru pada prinsipnya memiliki potensi yang cukup tinggi untuk berkreasi guna meningkatkan kinerjanya.

-       Alinea 5 : Ulasan tentang kinerja guru berdasarkan kemampuan yang dimilikinya, meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan tindak lanjut penilaian (UU RI No.14 Tahun 2005).

-       Alinea 6 : Mengulas tentang tupoksi guru  

-       Alinea 7 : Indikator keberhasilan sekolah dapat dilihat dari perolehan nilai Ujian Nasional dan tingkat kelulusan dari siswanya tinggi.

-     Data hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) siswa di SMK Negeri 1  Rembang dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir (menurun) – dokumen wakakur

-     Data tentang keterserapan siswa dalam dunia usaha/ industri dalam 4 tahun terakhir (menurun) - data dari BKK

-     Dari tabel Nilai UN dan keterserapan siswa menurun dari tahun ke  tahun, apakah kondisi tersebut ada kaitannya dengan menurunnya kinerja guru, harus ada penelitian untuk membuktikan kebenarannya.

-     Data tentang keterlambatan guru SMK Negeri 1 Rembang 4 th terakhir (semester ganjil dan genap), merupakan cerminan baik buruknya kinerja guru – data diambil dari mesin finger prin

-     Data pengumpulan RPP untuk semester gasal dan genap – data diambil dari kurikulum per bulan – hanya 30% - menunjukkan kinerja guru jelek

-       Alinea 8 : Dengan mencermati  data-data, dapat dikatakan bahwa kinerja guru belum optimal.

-     Mengulas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru (internal dan eksternal) menurut beberapa tokoh ( contoh : Barnawi & Mohammad Arifin dll).

-     Dari beberapa faktor ditentukanlah tiga faktor untuk diteliti, yakni : Kepemimpinan Kepala Sekolah, Iklim Organisasi, dan Motivasi Kerja.

-       Alinea 9 : Ulasan singkat tentang Kepemimpinan Kepala Sekolah sehingga diperkirakan sangat berpengaruh terhadap kinerja guru.

-       Alinea 9 : Ulasan singkat tentang iklim organisasi sekolah, yang diperkirakan juga mempengaruhi kinerja guru.

-       Alinea 9 : Ulasan singkat tentang motivasi kerja yang diperkirakan mempengaruhi kinerja guru.

-       Alinea 10 : Berdasarkan latar belakang yang sudah diulas, maka penelitian tentang kinerja guru ini akan dilakukan pada guru SMK se kabupaten Rembang, dengan judulPengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Iklim organisasi,  dan Motivasi kerja, Terhadap Kinerja Guru SMK Di Kabupaten Rembang.


B.  Identifikasi Masalah.

Permasalahan yang terjadi sehingga mempengaruhi kinerja guru-guru SMK di kabupaten Rembang :

1.       Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru masih perlu ditingkatkan.

2.       Motivasi guru untuk meningkatkan kinerja belum optimal.

3.       Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah.

4.       Komunikasi antar personal belum terjalin dengan baik.

5.       Iklim organisasi masih belum kondusif.

6.       Konflik organisasi belum teratasi dengan baik.

7.       Kegiatan supervisi pembelajaran belum optimal.

8.       Reward dan punishment belum berjalan efektif.

9.       Kompetensi guru belum dikuasai secara menyeluruh.

10.    Komitmen organisasi masih rendah.

11.    Budaya kerja belum tercipta dengan baik.

12.    Kepuasan kerja guru masih rendah.

13.    Kedisiplinan kerja guru masih kurang.

14.    Sarana prasarana belum memadai.


C.  Batasan Masalah.

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah dalam penelitian hanya akan dibatasi untuk meneliti dan mengupas permasalahan tentang  kepemimpinan Kepala Sekolah, iklim organisasi, dan motivasi kerja. Alasan dipilihnya ke tiga faktor tersebut, karena dianggap paling besar pengaruhnya terhadap peningkatan atau penurunan kinerja guru.


D.  Rumusan Masalah.

Rumusan masalahnya adalah:

1.   Adakah pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap kinerja guru?

2.   Adakah pengaruh yang signifikan antara iklim organisasi terhadap kinerja guru?

3.   Adakah pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja guru?

4.   Adakah pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan Kepala Sekolah, iklim organisasi, dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru ?


E.  Tujuan Penelitian.

a.   Mengetahui seberapa besar pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap kinerja guru.

b.   Mengetahui seberapa besar pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja guru.

c.   Mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru.

d.   Mengetahui seberapa besar pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah, iklim organisasi, dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru.

 

F.   Manfaat Penelitian.

1.   Manfaat Teoritis : Diberikan penjelasan

2.   Manfaat Praktis : Diberikan penjelasan

a.  Manfaat untuk Guru.

b.  Manfaat untuk Kepala Sekolah.

c. Manfaat untuk dinas pendidikan atau dunia pendidikan.

 

BAB II

 

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS

 

A.  KAJIAN PUSTAKA.


1.   Kinerja Guru.

Dijelaskan tentang definisi kinerja guru

a.   Kinerja.

-       Definisi kinerja oleh Werther.

-       Definisi kinerja menurut Gibson

-       Definisi kinerja menurut Sagala (2007)

-       Definisi kinerja menurut Dessler (1997)

-       Definisi kinerja menurut Mulyasa (2013)

-       Definisi kinerja menurut Moeheriono (2011).

-       Definisi kinerja menurut Prawirasentono (1999)

-       Definisi kinerja menurut Barnawi & Arifin (2012).

Setelah menyimak beberapa pendapat para ahli disimpulkan sendiri tentang definisi kinerja


b.   Kinerja Guru.

-       Dijelaskan definisi kinerja guru menurut UU No.20 Tahun 2003

-       Dijelaskan definisi kinerja guru menurut UU No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

-       Dijelaskan definisi kinerja guru menurut Permendiknas No.41 Tahun 2007 tentang Standar Proses

-       Dijelaskan definisi kinerja guru menurut Maslow dan Alma (1970)

-       Dijelaskan definisi kinerja guru menurut Buku Pedoman Penilaian Kinerja Guru bagi Pengawas” oleh Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Depdiknas (2008)

-       Dijelaskan definisi kinerja guru menurut Sartika (1999).

Menyimak beberapa pengertian yang diulas, disimpulkan sendiri tentang definisi kinerja guru.


c.   Faktor yang Mempengaruhi Kinerja (dijabarkan).

-       Menurut Supardi (2013)

-       Menurut Barnawi & Arifin (2012 )

-       Simanjuntak (2005)

-       Menurut Soeprihanto (1997)

-       Menurut Mulyasa (2007).

Dari berbagai pendapat para ahli disimpulkan sendiri tentang faktor yang mempengaruhi kinerja guru.

d.   Standar Kinerja Guru.

-       Standar kinerja guru menurut Gomez (2001).

e.   Dimensi-dimensi dan Indikator Kinerja Guru (dijabarkan).

-       Diambil dari Buku “Pedoman Penilaian Kinerja Guru bagi Pengawas” oleh Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Kemendiknas (2008).

-       Dijabarkan Indikator penilaian terhadap kinerja guru (Buku Pedoman Pengawas (2008) berdasarkan tiga kegiatan pembelajaran di kelas:

1)      Perencanaan Program Kegiatan Pembelajaran.

2)      Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran.

a)      Pengelolaan Kelas

b)      Penggunaan Media dan Sumber Belajar.

c)      Penggunaan Metode Pembelajaran.

3)      Evaluasi/ Pembelajaran.

2.   Kepemimpinan Kepala Sekolah.

a.   Kepemimpinan. (dijabarkan)

-       Definisi kepemimpinan yang dikemukakan Stoner, Freeman dan Gilbert

-       Menurut Sugito (2010).

-       Menurut Wherther (1993)

-       Menurut Badeni (2013).

-       Menurut Kaswan (2013).

-       Menurut Kartono (1990)

-       Menurut Toha (2006)

-       Kurniadin & Machali (2013).

Setelah menyimak pendapat beberapa ahli disimpulkan sendiri tentang pengertian kepemimpinan.

b.   Definisi Kepemimpinan Kepala Sekolah. – dijabarkan

-       Menurut Peraturan  Menteri  Pendidikan  Nasional  Nomor  28  Tahun  2010  tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.

-       Menurut Wahjosumidjo (2011)

-       Menurut Mantja (2008)

-       Menurut Usman (2006)

-       Menurut Mulyasa (2011).

Menyimak pendapat beberapa ahli disimpulkan sendiri tentang  kepemimpinan Kepala Sekolah.

c.   Dimensi-dimensi Kepemimpinan Kepala Sekolah.

-     Menurut Wahjosumidjo, 2011 : 385-390) :

1)      Keahlian atau kemampuan dasar : (1) Technical skill; (2) Human skills; (3) Conceptual skill . - dijabarkan

2)      Kualifikasi pribadi : (1)mental; (2) fisik; (3) emosi; (4)berwatak sosial, (5) kepribadian (personality)  - dijabarkan

3.   Iklim organisasi.

a.   Pengertian Iklim Organisasi.

-       Menurut Davis dan Newstrom (1995)

-       Menurut Stringer (1984)

-       Menurut Robbins (2007).

-       Menurut Gibson, Ivancevich, and Donelly (2003),

Menyimak pendapat beberapa ahli disimpulkan sendiri tentang  Pengertian Iklim Organisasi

b.   Iklim Organisasi Sekolah.

-       Menurut Hersey dan Blancard (1998).

-       Menurut Adam Indrawijaya (1999)

-       Menurut Hoy dan Miskel (2001)

Menyimak pendapat beberapa ahli disimpulkan sendiri tentang  Pengertian Iklim Organisasi Sekolah

c.   Dimensi-dimensi Iklim Organisasi.

-       Supardi (2013)

-       Halfin dan Crofts. Dimensi yang berkenaan dengan karakteristik iklim organisasi sekolah yang menyangkut perilaku staf pengajar (guru): (1) halangan (hindrance), (2) kemesraan (intimacy), (3) ketidak pedulian (disengagement), dan (4) semangat kerja (esprit). Dan dimensi yang memperlihatkan karakteristik yang menyangkut perilaku Kepala Sekolah: (1) penekanan kepada daya produktifitas (productions emphasis), (2) kesendirian (aloofness), (3) sifat bertimbang rasa (concideration), dan (4)dorongan dan bimbingan (thrust).

Bila dikaitkan dengan permasalahan penelitian - pendapat Halfin dan Crofts di lebih berfokus pada pengukuran iklim organisasi sekolah.

4.   Motivasi kerja.

a.   Teori Motivasi Kerja.

-         Oleh Stoner, Freeman dan Gilbert dalam bukunya “Management” (alih bahasa oleh Sindoro & Sayaka, 1996) - teori Dua Faktor Herzberg-Hygiene (ekstrinsik dan intrinsi) – dijabarkan

b.   Pengertian Motivasi Kerja. – dijabarkan berdasarkan teori para ahli

-         Menurut Siagian (2002)

-         Stoner, Freeman dan Gilbert (alih bahasa oleh Sindoro & Sayaka, 1996)

-         Gibson, Ivancevich, dan Donnely (2003).

-         Gary ( 1997)

-         Menurut Sondang (2002)

-         Sedarmayanti (2009).

-         Hasibuan (2010).

-         Menurut Handoko (2001). 

-         Juliani, 2007:13).

Bedasarkan pengertian dari para ahli disimpulkan sendiri tentang motivasi.

c.    Dimensi dan Indikator-indikator Motivasi Kerja.

-       Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg - teori dua faktor

-       Stoner, Freeman dan Gilbert, alih bahasa oleh Sindoro & Sayaka, 1996).

5.   Penelitian Terdahulu yang Relevan.

Penelitian-penelitian terdahulu yang relevan :

a.   Wahyudi dan Suryono (2006), dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai di Bagian Keuangan Setda Kabupaten Boyolali.

b.   Susanto (2012) dalam penelitiannya yang berjudul “Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru SMK”.

c.   Zainudin (2010), dalam penelitiannya “Hubungan Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Iklim Sekolah, dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Guru SMK Negeri di Kota Malang”.

d.   Kiswanti, Wahyudi, Syukri ( 2012 ) dalam penelitiannyaPengaruh Gaya Ke-pemimpinan Kepala Sekolah dan Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Guru.

 

Tabel2.1 Rangkuman penelitian terdahulu yang relevan.

No

Nama dan Judul Penelitian

Hasil Penelitian

1.               

Amin Wahyudi, Universitas Slamet Riyadi Solo & Jarot Suryono, Kantor Informasi Komunikasi & Kehumasan Boyolali (2006), Pengaruh Gaya Kepemimpinan & Lingkungan Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai di Bagian Keuangan Setda Kabupaten Boyolali.

 

Gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan secara parsial maupun bersama-sama terhad approduktivitas kerja. Dapat diketahui bahwa gaya kepemimpinan sangat diperlukan sekali dalam rangka untuk meningkatkan produktivitas kerja pegawai

 

2.               

Hary Susanto, SMK Negeri 1 Daha Selatan,Kab. Hulu Sungai Selatan Kal-Sel (2012), Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru SMK

1) Kompetensi guru dan kepemimpinan Kepala Sekolah baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama berpengaruh terhadap motivasi kerja guru SMK di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kal-Sel, dengan taraf signifikansi 0,038; 0,045; dan 0,001.

2) Kompetensi guru, kepemimpinan Kepala Sekolah, dan motivasi kerja guru baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru SMK di Kab.Hulu Sungai Selatan, Kal-Sel, dengan taraf signifi-kansi 0,036; 0.003; 0,036;  0,000; (0,038 dan 0,036); (0,045 dan 0,036)

3.               

Rofiq Zainudin, Pasca-sarja-na, Prodi Manajemen Pendi-dikan, Universitas Negeri Malang, (2010), Hubungan Perilaku Kepemimpinan Ke-pala Sekolah, Iklim Sekolah, dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Guru SMK Negeri di Kota Malang.

1) Terdapat hubungan yang signifikan baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama antara perilaku kepemimpinan Kepala Sekolah dan iklim organisasi dengan motivasi kerja guru SMK Ne-geri di Kota Malang sig F 0,000< 0,05

2) Terdapat hubungan yang signifikan baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama antara perilaku kepemimpinan Kepala Sekolah, iklim organisasi seko-lah, dan motivasi kerja dengan kinerja guru SMK Negeri di Kota Malang,   sig t 0,000 < 0,05

 

4.               

Kiswanti, Wahyudi, dan M. Syukri Prodi Magister AP, FKIP Universitas Tanjung-pura (2012), Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Seko-lah dan Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Guru.

Gaya kepemimpinan kepala  sekolah dan iklim organisasi secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap kinerja guru di SMP Negeri sub Rayon 04 Pontianak sebesar 80,1%.

 

B.  KERANGKA PIKIR.

-       Kepemimpinan Kepala Sekolah merupakan kemampuan seorang Kepala Sekolah dalam mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan dan menggerakkan guru, peserta didik, orang tua peserta didik dan pihak lain yang terkait, untuk bekerja sebaik-baiknya agar bisa mencapai tujuan yang telah  ditetapkan, serta berperan dalam pengembangan mutu pendidikan. Kepemim-pinan Kepala Sekolah tersebut akan dapat mempengaruhi kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran.

-       Iklim organisasi sekolah dikatakan sebagai suasana lingkungan sekolah, baik fisik maupun sosial yang dapat dirasakan oleh orang-orang yang terlibat didalam proses pembelajaran, langsung atau tidak langsung yang tercipta akibat kondisi kultural organisasi sekolah tersebut. Dapat disampaikan bahwa iklim organisasi sekolah berpengaruh pada kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran.

-       Motivasi diartikan sebagai dorongan dari diri guru untuk memenuhi kebu-tuhan yang berorientasi kepada tujuan individu dalam mencapai rasa puas, kemudian diimplementasikan kepada orang lain untuk memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat. Dengan demikian motivasi kerja tersebut berpengaruh pada kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran.

Kerangka pikir penelitian dapat ditunjukkan oleh gambar :