KERANGKA PROPOSAL
TESIS
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, IKLIM ORGANISASI, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU SMK DI KABUPATEN REMBANG
BAB I
PENDAHULUAN
-
Alinea 1 :
Ulasan Pasal 3 UU RI, No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas.
-
Alinea 2 :
Mengulas tentang usaha-usaha pemerintah tentang peningkatan
kualitas pendidikan
: peningkatan mutu sekolah melalui
kebijakan Total Quality Manajemen
(TQM), Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), pengembangan
& penyempurnaan kurikulum, peningkatan mutu pendidik &
tenaga kependidikan, dan lain-lain.
-
Alinea 3 :
Mengulas tentang Guru berdasar UU RI No.20
Tahun 2003.
-
Alinea 4 : Ulasan
tentang kehadiran guru dalam proses pembelajaran di sekolah masih
tetap diperlukan dan diutamakan. Guru pada prinsipnya memiliki potensi yang
cukup tinggi untuk berkreasi guna meningkatkan kinerjanya.
-
Alinea 5 : Ulasan
tentang kinerja guru
berdasarkan kemampuan yang dimilikinya, meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran
dan tindak
lanjut penilaian (UU RI No.14 Tahun 2005).
-
Alinea 6 :
Mengulas tentang tupoksi guru
-
Alinea 7 : Indikator keberhasilan sekolah dapat dilihat dari perolehan nilai Ujian Nasional dan tingkat
kelulusan dari siswanya tinggi.
-
Data hasil
rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) siswa di SMK Negeri
1 Rembang dan prosentasi kelulusan dalam
empat tahun terakhir (menurun) – dokumen wakakur
-
Data tentang
keterserapan siswa dalam dunia usaha/ industri dalam 4 tahun terakhir (menurun)
- data dari BKK
-
Dari tabel Nilai UN dan keterserapan siswa menurun dari tahun
ke tahun, apakah kondisi tersebut ada kaitannya dengan menurunnya kinerja
guru, harus ada penelitian untuk membuktikan kebenarannya.
-
Data tentang
keterlambatan guru SMK Negeri 1 Rembang 4 th terakhir (semester ganjil dan
genap), merupakan cerminan baik buruknya kinerja guru – data diambil dari mesin
finger prin
-
Data pengumpulan
RPP untuk semester gasal dan genap – data diambil dari kurikulum per bulan –
hanya 30% - menunjukkan kinerja guru jelek
-
Alinea 8 : Dengan
mencermati data-data, dapat dikatakan
bahwa kinerja guru belum optimal.
-
Mengulas tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru (internal dan eksternal) menurut
beberapa tokoh ( contoh : Barnawi & Mohammad Arifin dll).
-
Dari beberapa faktor ditentukanlah tiga faktor untuk diteliti, yakni : Kepemimpinan
Kepala Sekolah, Iklim Organisasi, dan Motivasi Kerja.
- Alinea 9 : Ulasan singkat tentang Kepemimpinan
Kepala Sekolah sehingga diperkirakan sangat
berpengaruh terhadap kinerja guru.
- Alinea 9 : Ulasan singkat tentang iklim organisasi sekolah, yang diperkirakan
juga mempengaruhi kinerja guru.
- Alinea 9 : Ulasan singkat tentang motivasi
kerja yang diperkirakan mempengaruhi kinerja guru.
- Alinea 10 : Berdasarkan latar belakang yang sudah diulas, maka penelitian tentang kinerja guru ini akan dilakukan pada guru SMK se
kabupaten Rembang, dengan judul
“Pengaruh Kepemimpinan Kepala
Sekolah, Iklim organisasi, dan Motivasi
kerja, Terhadap Kinerja Guru SMK Di Kabupaten Rembang”.
B. Identifikasi Masalah.
Permasalahan yang terjadi sehingga mempengaruhi
kinerja guru-guru SMK di kabupaten Rembang :
1.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam
mempengaruhi kinerja guru masih perlu
ditingkatkan.
2.
Motivasi guru untuk meningkatkan kinerja belum optimal.
3.
Motivasi guru untuk berprestasi masih
rendah.
4.
Komunikasi antar personal
belum terjalin dengan baik.
5.
Iklim organisasi
masih belum kondusif.
6.
Konflik organisasi belum teratasi dengan
baik.
7.
Kegiatan supervisi
pembelajaran belum optimal.
8.
Reward dan punishment belum berjalan
efektif.
9.
Kompetensi guru belum dikuasai secara menyeluruh.
10.
Komitmen organisasi
masih rendah.
11.
Budaya kerja belum tercipta dengan baik.
12.
Kepuasan
kerja guru masih rendah.
13.
Kedisiplinan kerja
guru masih kurang.
14.
Sarana prasarana belum memadai.
C. Batasan Masalah.
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah
dalam penelitian hanya akan dibatasi
untuk meneliti dan mengupas permasalahan tentang kepemimpinan Kepala
Sekolah, iklim organisasi, dan motivasi kerja. Alasan dipilihnya ke tiga faktor tersebut, karena
dianggap paling besar pengaruhnya terhadap peningkatan atau penurunan kinerja
guru.
D. Rumusan Masalah.
Rumusan masalahnya adalah:
1.
Adakah pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan Kepala Sekolah
terhadap kinerja guru?
2.
Adakah pengaruh yang signifikan antara iklim organisasi terhadap
kinerja guru?
3.
Adakah pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja
guru?
4.
Adakah pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan Kepala
Sekolah, iklim organisasi, dan motivasi kerja secara
bersama-sama terhadap kinerja guru ?
E. Tujuan Penelitian.
a.
Mengetahui
seberapa besar pengaruh
kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap kinerja guru.
b.
Mengetahui
seberapa besar pengaruh
iklim organisasi terhadap kinerja guru.
c.
Mengetahui
seberapa besar pengaruh
motivasi kerja terhadap kinerja guru.
d.
Mengetahui
seberapa besar pengaruh
kepemimpinan Kepala Sekolah, iklim
organisasi, dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap kinerja guru.
F.
Manfaat
Penelitian.
1. Manfaat Teoritis : Diberikan penjelasan
2. Manfaat Praktis : Diberikan penjelasan
a. Manfaat untuk Guru.
b. Manfaat untuk Kepala Sekolah.
c. Manfaat untuk
dinas pendidikan atau dunia pendidikan.
BAB II
KAJIAN
PUSTAKA, KERANGKA PIKIR,
DAN HIPOTESIS
A. KAJIAN PUSTAKA.
1.
Kinerja
Guru.
Dijelaskan tentang definisi kinerja guru
a.
Kinerja.
-
Definisi kinerja oleh
Werther.
-
Definisi kinerja menurut
Gibson
-
Definisi kinerja menurut Sagala (2007)
-
Definisi kinerja menurut Dessler
(1997)
-
Definisi kinerja menurut Mulyasa (2013)
-
Definisi kinerja menurut Moeheriono (2011).
-
Definisi kinerja menurut Prawirasentono (1999)
-
Definisi kinerja menurut Barnawi & Arifin (2012).
Setelah menyimak beberapa pendapat para ahli
disimpulkan sendiri tentang definisi kinerja
b.
Kinerja Guru.
-
Dijelaskan definisi
kinerja guru menurut UU No.20 Tahun 2003
-
Dijelaskan definisi
kinerja guru menurut UU No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
-
Dijelaskan definisi
kinerja guru menurut Permendiknas No.41
Tahun 2007 tentang Standar Proses
-
Dijelaskan definisi
kinerja guru menurut Maslow dan Alma (1970)
-
Dijelaskan definisi
kinerja guru menurut Buku Pedoman Penilaian Kinerja Guru bagi Pengawas” oleh
Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Depdiknas (2008)
-
Dijelaskan definisi
kinerja guru menurut Sartika (1999).
Menyimak beberapa pengertian yang diulas, disimpulkan
sendiri tentang definisi kinerja guru.
c.
Faktor yang Mempengaruhi Kinerja
(dijabarkan).
-
Menurut Supardi (2013)
-
Menurut Barnawi
& Arifin (2012 )
-
Simanjuntak (2005)
-
Menurut Soeprihanto
(1997)
-
Menurut Mulyasa (2007).
Dari berbagai pendapat para ahli disimpulkan sendiri tentang faktor yang
mempengaruhi kinerja guru.
d. Standar Kinerja
Guru.
- Standar kinerja guru menurut Gomez (2001).
e. Dimensi-dimensi
dan Indikator Kinerja
Guru (dijabarkan).
- Diambil dari Buku “Pedoman Penilaian Kinerja Guru bagi Pengawas”
oleh Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Kemendiknas
(2008).
- Dijabarkan Indikator penilaian
terhadap kinerja guru (Buku Pedoman Pengawas (2008) berdasarkan tiga kegiatan
pembelajaran di kelas:
1) Perencanaan Program Kegiatan Pembelajaran.
2) Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran.
a) Pengelolaan Kelas
b) Penggunaan Media dan Sumber Belajar.
c) Penggunaan Metode Pembelajaran.
3)
Evaluasi/ Pembelajaran.
2. Kepemimpinan Kepala Sekolah.
a.
Kepemimpinan. (dijabarkan)
- Definisi
kepemimpinan yang dikemukakan Stoner, Freeman dan Gilbert
- Menurut Sugito
(2010).
- Menurut Wherther
(1993)
- Menurut Badeni (2013).
- Menurut Kaswan (2013).
- Menurut Kartono (1990)
- Menurut Toha (2006)
- Kurniadin & Machali (2013).
Setelah
menyimak pendapat beberapa ahli disimpulkan sendiri tentang pengertian
kepemimpinan.
b.
Definisi Kepemimpinan Kepala Sekolah. –
dijabarkan
- Menurut Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor
28 Tahun 2010
tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah.
- Menurut Wahjosumidjo (2011)
-
Menurut
Mantja (2008)
-
Menurut Usman (2006)
-
Menurut Mulyasa (2011).
Menyimak pendapat beberapa ahli disimpulkan sendiri tentang kepemimpinan Kepala
Sekolah.
c.
Dimensi-dimensi Kepemimpinan Kepala
Sekolah.
-
Menurut Wahjosumidjo, 2011 : 385-390)
:
1) Keahlian atau kemampuan dasar : (1) Technical skill; (2) Human skills; (3) Conceptual
skill . - dijabarkan
2)
Kualifikasi pribadi : (1)mental; (2) fisik; (3) emosi; (4)berwatak sosial, (5) kepribadian (personality) -
dijabarkan
3. Iklim organisasi.
a. Pengertian Iklim Organisasi.
-
Menurut Davis
dan Newstrom (1995)
-
Menurut Stringer (1984)
-
Menurut Robbins (2007).
-
Menurut Gibson, Ivancevich, and Donelly (2003),
Menyimak
pendapat beberapa ahli disimpulkan sendiri tentang Pengertian Iklim Organisasi
b. Iklim Organisasi Sekolah.
-
Menurut Hersey dan
Blancard (1998).
-
Menurut Adam Indrawijaya
(1999)
-
Menurut Hoy dan
Miskel (2001)
Menyimak pendapat beberapa ahli disimpulkan
sendiri tentang Pengertian Iklim Organisasi Sekolah
c.
Dimensi-dimensi Iklim Organisasi.
-
Supardi (2013)
-
Halfin dan Crofts. Dimensi
yang berkenaan dengan karakteristik iklim organisasi sekolah yang menyangkut
perilaku staf pengajar (guru): (1) halangan (hindrance), (2) kemesraan (intimacy), (3) ketidak pedulian (disengagement), dan (4) semangat
kerja (esprit). Dan dimensi yang memperlihatkan karakteristik
yang menyangkut perilaku Kepala Sekolah: (1)
penekanan kepada
daya produktifitas (productions
emphasis),
(2) kesendirian (aloofness), (3) sifat bertimbang rasa (concideration), dan (4)dorongan
dan bimbingan (thrust).
Bila dikaitkan
dengan permasalahan penelitian - pendapat
Halfin dan Crofts di lebih berfokus pada pengukuran iklim organisasi sekolah.
4. Motivasi kerja.
a.
Teori Motivasi
Kerja.
-
Oleh Stoner,
Freeman dan Gilbert dalam bukunya “Management”
(alih bahasa oleh Sindoro & Sayaka, 1996) - teori Dua Faktor Herzberg-Hygiene (ekstrinsik dan intrinsi) – dijabarkan
b.
Pengertian Motivasi Kerja. – dijabarkan berdasarkan teori para ahli
-
Menurut
Siagian (2002)
-
Stoner, Freeman
dan Gilbert (alih bahasa oleh Sindoro & Sayaka, 1996)
-
Gibson, Ivancevich, dan Donnely (2003).
-
Gary ( 1997)
-
Menurut Sondang (2002)
-
Sedarmayanti (2009).
-
Hasibuan (2010).
-
Menurut Handoko (2001).
-
Juliani, 2007:13).
Bedasarkan
pengertian dari para ahli disimpulkan sendiri
tentang
motivasi.
c.
Dimensi dan Indikator-indikator Motivasi
Kerja.
-
Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg - teori dua
faktor
-
Stoner, Freeman
dan Gilbert, alih bahasa oleh Sindoro & Sayaka, 1996).
5.
Penelitian Terdahulu yang
Relevan.
Penelitian-penelitian terdahulu yang
relevan :
a. Wahyudi dan Suryono (2006), dalam penelitiannya yang berjudul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai di Bagian Keuangan Setda Kabupaten Boyolali”.
b. Susanto (2012) dalam penelitiannya yang berjudul “Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru SMK”.
c. Zainudin (2010), dalam penelitiannya “Hubungan Perilaku Kepemimpinan Kepala
Sekolah, Iklim Sekolah, dan Motivasi Kerja dengan
Kinerja Guru SMK Negeri di Kota Malang”.
d. Kiswanti,
Wahyudi, Syukri ( 2012 ) dalam penelitiannya “Pengaruh Gaya Ke-pemimpinan Kepala
Sekolah dan Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Guru”.
Tabel2.1 Rangkuman
penelitian
terdahulu yang relevan.
|
No |
Nama dan Judul
Penelitian |
Hasil Penelitian |
|
1.
|
Amin Wahyudi, Universitas Slamet Riyadi Solo & Jarot Suryono, Kantor Informasi Komunikasi & Kehumasan Boyolali (2006), Pengaruh Gaya Kepemimpinan & Lingkungan Kerja Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai di Bagian Keuangan Setda Kabupaten Boyolali. |
Gaya kepemimpinan
dan lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan secara parsial
maupun bersama-sama terhad approduktivitas kerja. Dapat diketahui bahwa gaya kepemimpinan sangat diperlukan sekali dalam rangka untuk meningkatkan produktivitas kerja pegawai |
|
2.
|
Hary Susanto, SMK Negeri 1 Daha Selatan,Kab. Hulu Sungai Selatan Kal-Sel (2012), Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru SMK |
1) Kompetensi guru dan
kepemimpinan Kepala
Sekolah baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama berpengaruh terhadap motivasi kerja guru SMK di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kal-Sel, dengan taraf signifikansi 0,038; 0,045; dan 0,001. 2) Kompetensi guru, kepemimpinan Kepala Sekolah, dan motivasi kerja guru baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama berpengaruh terhadap
kinerja guru SMK di Kab.Hulu Sungai Selatan, Kal-Sel, dengan taraf signifi-kansi 0,036; 0.003; 0,036; 0,000; (0,038 dan 0,036); (0,045 dan 0,036) |
|
3.
|
Rofiq Zainudin, Pasca-sarja-na,
Prodi Manajemen Pendi-dikan,
Universitas Negeri Malang, (2010), Hubungan Perilaku Kepemimpinan
Ke-pala Sekolah, Iklim Sekolah, dan
Motivasi Kerja dengan Kinerja Guru SMK Negeri di Kota
Malang. |
1) Terdapat hubungan yang signifikan baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama antara
perilaku kepemimpinan Kepala Sekolah dan iklim organisasi dengan motivasi kerja guru SMK Ne-geri di Kota Malang sig
F 0,000< 0,05 2) Terdapat
hubungan yang signifikan baik
sendiri-sendiri maupun bersama-sama antara perilaku kepemimpinan Kepala
Sekolah, iklim organisasi seko-lah, dan motivasi kerja dengan kinerja
guru SMK Negeri di Kota Malang, sig t 0,000 < 0,05 |
|
4.
|
Kiswanti,
Wahyudi, dan M. Syukri Prodi Magister AP, FKIP Universitas Tanjung-pura (2012), Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Seko-lah dan Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Guru. |
Gaya
kepemimpinan kepala
sekolah dan iklim
organisasi secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap kinerja guru di
SMP Negeri sub Rayon
04 Pontianak sebesar 80,1%. |
B. KERANGKA PIKIR.
-
Kepemimpinan Kepala Sekolah
merupakan kemampuan seorang Kepala Sekolah dalam
mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan dan menggerakkan guru, peserta
didik, orang tua peserta didik dan pihak lain yang terkait, untuk bekerja
sebaik-baiknya agar bisa mencapai tujuan yang telah ditetapkan,
serta berperan dalam pengembangan
mutu pendidikan. Kepemim-pinan Kepala Sekolah
tersebut akan dapat mempengaruhi kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran.
-
Iklim organisasi sekolah
dikatakan sebagai suasana lingkungan sekolah, baik fisik maupun sosial yang
dapat dirasakan oleh orang-orang yang terlibat didalam proses pembelajaran,
langsung atau tidak langsung yang tercipta akibat kondisi kultural organisasi
sekolah tersebut. Dapat disampaikan bahwa iklim organisasi sekolah berpengaruh
pada kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran.
-
Motivasi diartikan sebagai
dorongan dari diri guru untuk memenuhi kebu-tuhan yang berorientasi kepada
tujuan individu dalam mencapai rasa puas, kemudian diimplementasikan kepada
orang lain untuk memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat. Dengan
demikian motivasi kerja tersebut berpengaruh pada kinerja guru dalam kegiatan
pembelajaran.
Kerangka pikir penelitian dapat ditunjukkan oleh gambar :
