Jumat, 14 Agustus 2026

PUPUK KOMPOS dari SAMPAH ORGANIK

 

PUPUK KOMPOS dari  SAMPAH ORGANIK

BUAT SENDIRI BISA JADI UANG LHO...

 

Sampah organik adalah sampah yang bisa mengalami pelapukan (dekomposisi) dan terurai menjadi bahan yang lebih kecil dan tidak berbau, yang sering disebut dengan kompos). Kompos merupakan hasil pelapukan bahan-bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, sampah, rumput, dan bahan lain yang sejenis yang proses pelapukannya dipercepat oleh bantuan manusia. Jenis sampah dari pasar khususnya pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan, relatif seragam dan sebagian besar ( ± 95%) berupa sampah organik sehingga lebih mudah ditangani. Sampah yang berasal dari pemukiman umumnya sangat beragam, tetapi secara umum (± 75%) terdiri dari sampah organik dan sisanya anorganik.

Sampah organik sendiri dibagi menjadi :

1.     Sampah organik basah.

Yakni sampah organik yang mempunyai kandungan air yang cukup tinggi.

Contoh: kulit buah, sisa sayuran, dan lain-lain

2.     Sampah organik kering.

Adalah sampah organik yang kandungan airnya kecil.

Contoh: kertas, kayu atau ranting pohon, dedaunan kering, dan sebagainya.

Cara membuat pupuk kompos dari sampah organik tidaklah sulit. Berikut ini dijelaskan bagaimana cara membuat pupuk kompos.

a.     Kompos Siap Pakai

Bahan:

  1. 2,25 m3- 4 m3 sampah lapuk (garbage)
  2. 6,5 m3 kulit buah kopi
  3. 750 kg kotoran ternak memamah biak (± 50 kaleng ukuran 20 liter)
  4. 30 kg abu dapur atau abu kayu

Cara menyiapkan sampah lapuk (garbage) :

Carilah kompos alami yang banyak terdapat di lahan-lahan yang sebelumnya menjadi tempat pembuangan sampah organic, yakni dengan cara sebagai berikut :

v Gali tumpukan sampah yang sudah seperti tanah

v Pisahkan dari bahan-bahan yang tidak dapat lapuk

v Jemur sampai kering kemudian ayak

v Bubuhkan 50 – 100 gram belerang untuk setiap 1 kg tanah sampah.

 

Cara Membuat

1.  Buatlah bak pengomposan dari bak semen. Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya. Buat lubang pada salah satu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan. Atau bisa juga dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m, tetapi hasilnya kurang sempurna dan kompos yang dihasilkan berair serta lunak.

2.  Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan ke dalam bak pengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganisme aerob dapat berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atas tumpukan bahan tadi dengan abu.

3.     Untuk menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan baik, perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik akan meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 – 5 hari, lalu segera menurun lagi.

4.     Tampunglah cairan yang keluar dari bak semen. Siram ke permukaan campuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat proses pengomposan.

5.     Kira-kira 2 – 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 -3 bulan kompos sudah cukup matang.

6.   Jemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira tinggal 50-60% saja.

(NB :    Jika sulit mendapatkan kulit buah kopi, dapat diganti dengan lamtoro atau yang lainnya)

 

  

b.    Kompos Rumah Tangga

Sampah organik secara alami akan mengalami peruraian oleh berbagai jenis mikroba, binatang yang hidup di tanah, enzim dan jamur. Proses penguraian ini memerlukan kondisi tertentu, yaitu suhu, udara dan kelembaban.

Makin cocok kondisinya, makin cepat pembentukan kompos, dalam 4 – 6 minggu sudah jadi. Apabila sampah organik ditimbun saja, baru berbulan-bulan kemudian menjadi kompos. Dalam proses pengomposan akan timbul panas karena aktivitas mikroba. Ini pertanda mikroba mengunyah bahan organik dan merubahnya menjadi kompos. Suhu optimal untuk pengomposan yang harus dipertahankan adalah 45-65C. Jika terlalu panas harus dibolak-balik, setidak-tidaknya setiap minggu.

Bahan/ alat :

  1. Siapkan 2 tempat sampah yang berbeda untuk sampah organik dan sampah non-organik.
  2. Diperlukan bak plastik atau drum bekas untuk pembuatan kompos. Di bagian dasarnya diberi beberapa lubang untuk mengeluarkan kelebihan air. Untuk menjaga kelembaban bagian atas dapat ditutup dengan karung goni atau anyaman bambu.
  3. Dasar bak pengomposan bisa tanah atau paving block, sehingga kelebihan air dapat merembes ke bawah. Bak pengomposan tidak boleh kena air hujan, harus di bawah atap.

Cara Membuat :

1.       Campur 1 bagian sampah hijau dan 1 bagian sampah coklat.

2.       Tambahkan 1 bagian kompos lama atau lapisan tanah atas (top soil) dan dicampur. Tanah atau kompos ini mengandung mikroba aktif yang akan bekerja mengolah sampah menjadi kompos. Jika ada kotoran ternak ( ayam atau sapi ) dapat pula dicampurkan .

3.   Pembuatan bisa sekaligus, atau selapis demi selapis misalnya setiap 2 hari ditambah sampah baru dan setiap 7 hari diaduk.

4.       Pengomposan selesai jika campuran menjadi kehitaman, dan tidak berbau sampah. Pada minggu ke-1 dan ke-2 mikroba mulai bekerja menguraikan membuat kompos, sehingga suhu menjadi sekitar 40C. Pada minggu ke-5 dan ke-6 suhu kembali normal, kompos sudah jadi.

5.       Jika perlu diayak untuk memisahkan bagian yang kasar. Kompos yang kasar bisa dicampurkan ke dalam bak pengomposan sebagai activator.

6.       Keberhasilan pengomposan terletak pada bagaimana kita dapat mengendalikan suhu, kelembaban dan oksigen, agar mikroba dapat memperoleh lingkungan yang optimal untuk berkembang biak, ialah makanan cukup (bahan organic), kelembaban (30-50%) dan udara segar (oksigen) untuk dapat bernapas.

7.       Sampah organik sebaiknya dicacah menjadi potongan kecil. Untuk mempercepat pengomposan, dapat ditambahkan bio-activator berupa larutan effective microorganism (EM) yang dapat dibeli di toko pertanian.

 

Di rumah, jika pengolahan sampah menjadi pupuk ini ditangani dengan serius dari pembuatan sampai pengemasan, apalagi jika dilengkapi dengan penggunaan peralatan seperti mesin pencacah daun, peralatan pengemasan, peralatan sablon dan sebagainya, maka tak ayal lagi bisa jadi cuan lho.... silahkan dicoba...

 

Demikian tips Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik, semoga tips di atas bermanfaat !


Tidak ada komentar:

Posting Komentar